Selasa, 24 November 2009

ceramah halal bihalal

BAHAN CERAMAH HALAL BI HALAL 2009

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Alhamdulillahirobbilalamiin, puji syukur selalu kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan nikmatNya kepada kita sekalian sehinnga kita semua Insyaallah tetap dijalanNya yaitu tetapnya iman dan islam kita semua yang menumbuhkan amal-amal sholeh yang membawa kehidupan kita aman,selamat di dunia dan di akherat nanti.

Sholawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kehadirat jungan kita Nabi Muhammad SAW yang menuntun umatnya dari kekufuran menuju keimanan yang diridhoi allah SWT.

Bapak/ibu hadirin sekalian yang saya hormati…..

Kita semua sekarang berada di bulan syawal dimana sebelumnya yaitu bulan Ramadhon kita semua kaum muslimin muslimat diwajibkan menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh. Dengan puasa itu kita ditempa menjadi muslim yang muttaqiin yaitu yang nilai ketaqwaanya kepada Allah SWT meningkat lebih baik.

Kalau kita renungkan puasa Ramadhon merupakan sarana peningkatan SDM (sumber daya Manusia) secara Rohani karena dengan berpuasa kita dilarang melakukan hal-hal yang tidak baik seperti ghibah, bohong, namimah dan sumpah palsu dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa bahkan kita dilarang melakukan hal yang sebenarnya boleh dilakukan karena kita sedang berpuasa maka hal tersebut menjadi tidak boleh seperti, makan dan minum, bersetubuh walaupun dengan isterinya sebelum datang magrib yang semua itu kita dapat menjauhinya dengan mengharap supaya puasa kita diterima oleh Allah SWT.

Bapak/ibu hadirin yang kami mulyakan………………….

Puasa dapat meningkatkan sumber daya manusia secara rohani diantaranya adalah :

1. Puasa dapat meningkatkan ketaqwaan

Sebagaimana firman Allah SWT QS.Al-Baqoroh :183 yang artinya: Hai orangp-orang yang beriman diwajibkan atas kalian semua berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada umat sebelum kamu supaya kamu semua bertaqwa.

Hal ini menunjukkan bahwa tujuan utama diwajibkannya puasa adalah supaya nilai ketqwaan kita meningkat karena sebaik-baiknya orang dimata Allah SWT adalah hanya diukur dari seberapa nialai ketaqwaanya kepada Allah SWT bukan seberapa besar hartanya dan kedudukannya di dunia ini.

2. Puasa dapat meningkatkan kesabaran

Rosululloh SAW bersabda yang artinya Puasa itu setengah dari sifat sabar. Hal ini menunjukkan bahwa puasa memerlukan kesabaran dan dapat melatih kesabaran bagi pelakunya. Walaupun dalam keadaan haus dan sangat lapar kalau belum waktunya berbuka maka kita tidak akan makan dan minum. Ini sebagai bukti konkrit bahwa puasa dapat meningkatkan kesabaran dan sebar adalah suatu sifat yang mutlak harus dimiliki oleh manusia karena tidak ada sesuatupun didunia ini yang todak memerlukan kesabaran. Sehingga Allah berfirman yang artinay : Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.

3. Puasa dapat meningkatkan kedisiplinan

Disiplin adalah suatu sifat yang sangat mulia, karena sifat ini akan membawa manusi sukses di dunia dan di akherat. Islam banyak sekali menganjurkan kepada pemeluknya untuk berdisiplin baik dalam beribadah dan bermuamalah (berhubungan dengan manusia) Rosullulloh Saw bersabda : Sholatlah kalian semua tetap pada Waktunya. Hal ini menunjukkan bahwa kiat dianjurkan disiplin dalam mengerjakan sholat sesuai batas waktu yang telah ditetapkan oleh syariat agama islam. Dan puasa juga begitulah halnya menganjurkan kepada pelakunya untuk disiplin, kalu belum waktunya berbuka walapun kurang satu detikpun tidak boleh kita berbuka karena akan menjadikan pauasa kita batal.

4. Puasa dapat meningkatkan kesehatan jasmani

Salah satu modal dasar yang penting bagi manusia untuk meraih sukses dan kebahagiaan didunia dan akherat adalah mempunyai kesehatan jasmani. Puasa dapat menjadikan pelakunya sehat jasmani sebagaimana sabda Rosululloh SAW yang artinya : Berpuasalah kamu sekalian niscaya kamu sehat. Hal ini juga sudah dibuktikan para doketr sebagai pakar kesehatan bahwa ketika seseorang sedang berpuasa maka peredaran darah menjadi sngat normal dan setabil. Ini bisa kita ambil contoh kalau seseorang akan dioperasi maka dianjurkan oleh dokter berpuasa minimal dua jam sebelum di operasi Karen a pada proses operasi membutuhkan peredarahan darah dalam tubuh yang stabil.

Hadirin bapak/ibu sekalian yang saya hormati ……………………..

Halal bihalal khususnya di Negara kita Indonesia sudahlah menjadi tradisi tahuan dan merupakan salah satu acara kenegaraan, mulai dari presiden, menteri, gubernur, bupati semua melakukannya juga tidak lupa instansi perkantoran, LSM, dunia pendidikan, pondok pesantren dan lain-lain semua melakukan dan mengadakan acara halal bi halal dihari yang fitri ini.

Kesalahan yang kita lakukan berkait dengan dosa kepada Allah cukup kita langsung mohon ampun kepada Allah, tetapi kalau kesalahan itu ada kaitannya dengan sesama manusia maka kita harus minta maaf kepada yang bersangkutan baru allah memaafkan kesalahan kita. Inilah diantaranya yang menjadi dasar setiapHari Raya idhul Fitri umat Islam khususnya di Indonesia saling bersilahurrahmi, maaf memaafkan antara satu dengan yang lain.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Ali Imron Ayat 133-135.

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (آل عمران133)

133. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,


الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنْ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (آل عمران134

134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ (آل عمران135)


135. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri[229], mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

[229]. Yang dimaksud perbuatan keji (faahisyah) ialah dosa besar yang mana mudharatnya tidak hanya menimpa diri sendiri tetapi juga orang lain, seperti zina, riba. Menganiaya diri sendiri ialah melakukan dosa yang mana mudharatnya hanya menimpa diri sendiri baik yang besar atau kecil.

أُوْلَئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ (آل عمران136

136. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

وْله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( عَلَى كُلّ سُلَامَى مِنْ أَحَدكُمْ صَدَقَة )

هُوَ بِضَمِّ السِّين وَتَخْفِيف اللَّام ، وَأَصْله عِظَام الْأَصَابِع وَسَائِر الْكَفّ ، ثُمَّ اُسْتُعْمِلَ فِي جَمِيع عِظَام الْبَدَن وَمَفَاصِله ، وَسَيَأْتِي فِي صَحِيح مُسْلِم أَنَّ رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( خُلِقَ الْإِنْسَان عَلَى سِتِّينَ وَثَلَاثمِائَةِ مَفْصِل عَلَى كُلّ مَفْصِل صَدَقَة ) .

قَوْله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( وَيَجْزِي مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعهُمَا مِنْ الضُّحَى )

ضَبَطْنَاهُ ( وَيَحْزِي ) بِفَتْحِ أَوَّله وَضَمّه ، فَالضَّمّ مِنْ الْإِجْزَاء وَالْفَتْح مِنْ جَزَيَ يَجْزِي أَيْ كَفَى ، وَمِنْهُ قَوْله تَعَالَى : { لَا تَجْزِي نَفْس } وَفِي الْحَدِيث ( لَا يَجْزِي عَنْ أَحَد بَعْدك ) . وَفِيهِ دَلِيل عَلَى عِظَم فَضْل الضُّحَى وَكَبِير مَوْقِعهَا ، وَأَنَّهَا تَصِحُّ رَكْعَتَيْنِ .

Tarsir Thobari tentang keutamaan mencari ilmu

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ) إن بالعلم لأهله فضلا وإن له على أهله حقًا، ولعمري للحقّ عليك أيها العالم فضل، والله معطي كل ذي فضل فضله.

وكان مطرف بن عبد الله بن الشِّخِّير يقول: فضل العلم أحبّ إليّ من فضل العبادة، وخير دينكم الورع.

وكان عبد الله بن مطرف يقول: إنك لتلقى الرجلين أحدهما أكثر صومًا وصلاة وصدقة، والآخر أفضل منه بونًا بعيدًا، قيل له: وكيف ذاك؟ فقال: هو أشدّهما ورعًا لله عن محارمه.

حدثني يونس، قال: أخبرنا ابن وهب، قال، قال ابن زيد، في قوله:( يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ) في دينهم إذا فعلوا ما أمروا به.

وقوله:( وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ ) يقول تعالى ذكره: والله بأعمالكم أيها الناس ذو خبرة، لا يخفى عليه المطيع منكم ربه من العاصي، وهو مجاز جميعكم بعمله المحسن بإحسانه، والمسيء بالذي هو أهله، أو يعفو.

Tafsir baidhowi

{ يَرْفَعِ الله الذين ءامَنُواْ مِنكُمْ } بالنصر وحسن الذكر في الدنيا ، وإيوائهم غرف الجنان في الآخرة . { والذين أُوتُواْ العلم درجات } ويرفع العلماء منهم خاصة درجات بما جمعوا من العلم والعمل ، فإن العلم مع علو درجته يقتضي العمل المقرون به مزيد رفعة ، ولذلك يقتدى بالعالم في أفعاله ولا يقتدى بغيره . وفي الحديث " فضل العالم على العابد كفضل القمر ليلة البدر على سائر الكواكب

لْبَكْرِيِّ أَوْ الْحَنَفِيِّ بَصْرِيٌّ نَزَلَ خُرَاسَانَ صَدُوقٌ لَهُ أَوْهَامٌ رُمِيَ بِالتَّشَيُّعِ مِنْ الْخَامِسَةِ tahwidzi sarah sunan tirmidzi

قَوْلُهُ : ( مَنْ خَرَجَ )

أَيْ مِنْ بَيْتِهِ أَوْ بَلَدِهِ

( فِي طَلَبِ الْعِلْمِ )

أَيْ الشَّرْعِيِّ فَرْضِ عَيْنٍ أَوْ كِفَايَةٍ

( فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ )

أَيْ فِي الْجِهَادِ لِمَا أَنَّ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ مِنْ إِحْيَاءِ الدِّينِ وَإِذْلَالِ الشَّيْطَانِ وَإِتْعَابِ النَّفْسِ كَمَا فِي الْجِهَادِ

( حَتَّى يَرْجِعَ )

أَيْ إِلَى بَيْتِهِ .

قَوْلُهُ : ( هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ )

وَأَخْرَجَهُ الدَّارِمِيُّ وَالضِّيَاءُ الْمَقْدِسِيُّ .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar